Sintesis Aktif.

Mengenai Sublim

Bagi Kant, sublim adalah suatu bentuk penilaian estetika yang muncul ketika kemampuan imajinasi terbentang melampaui batas-batasnya. Kekerasan yang dilakukan terhadap imajinasi ini di menciptakan kehadiran tanpa bentuk dari kekuatan yang mustahil untuk dipahami akal budi dan menciptakan kenikmatan negatif. Setelah ketidakmampuan imajinasi, Ide-ide nalar mengambil alih, membuktikan bahwa "pikiran memiliki kekuatan yang melampaui standar akal sehat". Kant membagi sublim menjadi varian matematis dan dinamis, tergantung pada apakah pertemuan itu dengan magnitudo besar, meregangkan "kekuatan kognitif" kita, atau jika kekuatan yang tak terbayangkan disajikan, merentangkan "kekuatan hasrat" kita.

Sublim menandai langkah penting dalam komunikasi antar fakultas akal budi; menghadapkan kita dengan hubungan subyektif langsung antara imajinasi dan nalar. Apa yang membuat hubungan ini penting adalah bahwa, tidak seperti permainan imajinasi dan pemahaman bebas yang terjadi dalam penilaian keindahan, sublim membawa fakultas ke dalam harmoni yang sumbang. Sublim menunjuk ke genesis kesepakatan fakultas ketika dihadapkan dengan kontradiksi.

Dengan demikian, kita menemukan sebuah kekerasan pada saat kelahiran pemikiran, suatu pertemuan traumatis dengan suatu bagian luar yang tidak dapat diasimilasi - sesuatu yang hanya dapat menjadi masalah bagi pemikiran; sublim hanya bersinggungan sebagai bencana patologis. Sesuatu yang dapat dirasakan tetapi tidak terlihat, sesuatu yang dipikirkan yang harus tetap tidak terpikirkan. Ini adalah awal latihan transendental dari fakultas-fakultas: ketika sebuah fakultas mengambil batasnya sendiri sebagai objeknya.

Back to homepage »

Copyright © Fanny Pungkas Prayoga